Selasa, 14 Februari 2017

EDISI ANTING - ANTING YANG HILANG




Sekitar jam 12, siang itu, Saat semua sibuk menyiapkan menu kedai “Neng Ais” untuk bazaar Ramadan H 11. Najwa, anak ke 3 kami, adiknya si Ais, umur 2,8 tahun, mendatangi kita di dapur.
“Habij, habij, habij nih,” katanya sambil memegangi teliganya.
“Apanya, ning. Apanya, ning?” Tanya Emma. Dengan berlimpah kasih, diambil cucu bungsunya itu lalu direbahkan disimpuhannya.
“Nih…. nih… nih.” Putri kecilku yang lucu itu, menunjuk -  nunjuk dan melintir -  lintir telinga kanannya.
“aaah… kemana antingnya, kok dak ada.” Seru mertuaku itu.
Semua kesibukan terhenti sebentar mendengar seruan itu. Semuanya tertuju pada si kecil. Kuhampiri si bungsu itu. Kurangkul, kugendong dan kucium-ciumi pipi cute nya hingga dia geli, menggeliat, tertawa-tawa. Gemmes. Dia dah tenang.
” Habis dimana, dik. Dimana, cayang” Selidikku. memancing ujarannya. Mencoba merunut peristiwa kemungkinan tempat anting itu jatuh
“dicana, di main. Acu main dicana. Pas… pass habij.” Tangannya yang lentik menunjuk-nunjuk. Aku ditarik, ditunjukkan semua tempat dimana dia bermain. Hingga bosan atau lelah menderanya. Lalu mengajaknya bobo siang.

“Ah…… Alhamdulillah, dah bobo.” Syukur kupanjatkan pada-Mu. Yaa… Robb.

Selasa, 23 September 2014

Pra Kata

genggam dunia dengan belajar
Menanamkan kebiasaan baru terasa sulit bagi yang tidak biasa, namun tak berarti tidak bisa bagi yang mau membiasakan. Edu hayati ini adalah blog yang salah satunya diikhtiar untuk berbagi pengalaman, menggoreskan sebagian titik - titik fikiran pribadi, berkelekar dengan siswa di kelas, maupun renungan - renungan kecil bersama anak dan keluarga di rumah. lingkup ini perlu ditata agar tidak terlalu bleber ke bagian - bagain kelana yang tak berujung, yang mungkin saya tak memiliki  kompetensi untuk mengulasnya. kebiasaan menulis atau biasa menulis dalam arti rutin menulis belum saya lakukan. namun niat dan menulis musiman telah lama dikukuhkan dan terpatri dalah hati untuk senantiasa dilakukan sebagai ungkapan hasrat terhadap apa saja biar mudah berbagi kepada siapapun. sejak masih di bangku MTs, di Pondok Pesantren Annuqayah saya bergabung dengan berbagai komunitas santri menulis; sanggar Andalas, mading sekolah, mading pesantren, dan bulletin pesantren. hijrah ke surabaya, di kampus biru Unitomo saya pun berkecimpung dengan penerbitan kampus. di fakultas Adminstrasi bersama dekan I, setiap dua bulan menerbitkan beragam opini dosen dan mahasiswa sebagai bentuk tegursapa fakultas terhadap khalayak. setelah lulus kuliah, bekerja sebagai karyawan cukup banyak menyita waktu,  lama vakum tidak menulis, membuat otak lola (loading lama) merangkai kata. apalagi hingga mewujud artikel, laporan, atau pun macam tulisan lainnya. namun, saya akan tetap berusaha untuk membiasakannya kembali. amin!